Empowering 20,000 Youths to Light up Indonesia’s Education

Indonesia, dengan perk demografi yang melimpah, memiliki potensi besar untuk melangkah maju. Namun, tanpa fondasi pendidikan yang kuat, potensi ini tak mungkin direalisasikan. Di tengah tantangan ini, muncul gerakan inspiratif bernama Gardian, yang berkomitmen menggerakkan 20 ribu pemuda untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri. Gerakan ini lebih dari sekadar inisiatif; ini adalah manifestasi nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Pentingnya Gardian: Pendidikan sebagai Pilar Utama Bangsa

Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Negara yang maju selalu didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Sayangnya, disparitas pendidikan di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Banyak daerah terpencil yang kekurangan tenaga pengajar, fasilitas memadai, bahkan akses untuk pembelajaran inovatif. Gardian hadir untuk menjembatani kesenjangan ini. Dengan memberdayakan pemuda sebagai agen perubahan, Gardian berharap dapat mempercepat pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan dari Sabang sampai Merauke. 1NMENANG referensi Tautan 1NWIN

Bersama Melangkah: Strategi dan Dampak Nyata Gardian

Gerakan Gardian tidak hanya fokus pada kuantitas tetapi juga kualitas. Para pemuda yang terlibat akan dilatih dalam berbagai aspek, mulai dari pedagogi modern-day, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, hingga pengembangan karakter siswa. Mereka akan ditempatkan di berbagai daerah, bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan komunitas lokal untuk menciptakan ekosistem belajar yang lebih kondusif dan inspiratif.

Dampak yang diharapkan dari gerakan 20 ribu pemuda Gardian ini sangat signifikan:

  • Peningkatan Akses dan Kualitas: Kehadiran pemuda Gardian akan membantu mengurangi kesenjangan pendidikan, terutama di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).
  • Inovasi Pembelajaran: Pemuda membawa energi dan ide-ide segar yang akan memperkenalkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan zaman.
  • Penguatan Karakter: Selain aspek akademis, Gardian juga menekankan pendidikan karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan ethical pada generasi muda.
  • Pemberdayaan Komunitas: Gerakan ini akan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pendidikan, menciptakan rasa memiliki terhadap kemajuan pendidikan di lingkungan mereka.

Gardian: 20 Ribu Pemuda Penggerak Pendidikan Indonesia adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dan semangat kepemudaan dapat menjadi kekuatan transformatif dalam memajukan bangsa.

Kolaborasi Multisektoral: Kunci Keberhasilan Gardian

Keberhasilan Gardian bergantung pada dukungan banyak pihak. Kolaborasi dengan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, dan masyarakat luas merupakan kunci. Dengan sinergi yang kuat, Gardian tidak hanya menjadi program, tetapi juga gerakan nasional yang secara berkelanjutan menggerakkan pendidikan Indonesia menuju arah yang lebih baik. Masa depan pendidikan Indonesia ada di tangan kita, dan Gardian adalah salah satu pilar penting untuk mewujudkannya.

Relief and Strength: Kemenag’s Academic Assistance for Flood-Affected Sumatra’s PTKI

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera telah menimbulkan duka dan kerugian besar, termasuk di sektor pendidikan. Ribuan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terdampak langsung, menghadapi tantangan besar dalam melanjutkan studi mereka. Menanggapi situasi darurat ini, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) cepat bertindak dengan mengeluarkan kebijakan relaksasi akademik. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para mahasiswa PTKI yang terkena dampak, sekaligus memastikan keselamatan serta keberlanjutan pendidikan mereka.

Dampak Banjir pada Pendidikan Tinggi Keagamaan

Banjir dan tanah longsor di Sumatera mempengaruhi banyak komunitas, termasuk dunia akademik. Setidaknya 30 perguruan tinggi mengalami dampak serius, dengan kerugian seperti rusaknya fasilitas kampus, terputusnya akses, serta gangguan listrik dan komunikasi. Hal ini mengganggu proses belajar mengajar, ujian, serta penelitian. Mahasiswa kehilangan akses ke kampus dan harus menghadapi dampak psikologis dan finansial dari bencana, yang bisa menunda kelulusan atau bahkan memutus studi mereka.

Relaksasi Akademik dari Kemenag

Menyadari kebutuhan mendesak, Kemenag mengeluarkan kebijakan untuk mempermudah mahasiswa PTKI terdampak. Relaksasi ini mencakup penyesuaian jadwal kuliah dan ujian, perpanjangan masa studi, hingga kebijakan khusus terkait pembayaran SPP atau bantuan finansial. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap pendidikan di PTKI, yang berperan penting dalam mencetak cendekiawan muslim di Indonesia.

Sinergi Penanganan: Peran Kemdiktisaintek

Penanganan dampak bencana ini melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang fokus pada pemulihan infrastruktur kampus, bantuan teknis, serta dukungan untuk dosen dan staf. Kerja sama antar-kementerian ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan institusi pendidikan dapat kembali bangkit dan kegiatan akademik berjalan typical.

Banjir mengganggu aktivitas PTS di Aceh, menyebabkan beberapa kampus terisolasi dan harus menunda kegiatan akademik selama satu hingga dua minggu.

Membangun Resiliensi Pendidikan

Relaksasi akademik dan pemulihan adalah langkah awal penting. Tantangan ke depan adalah membangun resiliensi sistem pendidikan tinggi agar siap menghadapi bencana serupa. Ini mencakup pengembangan infrastruktur kampus yang tahan bencana, pembelajaran jarak jauh yang efektif, serta dukungan psikososial bagi sivitas akademika. Dengan demikian, meskipun alam menguji kembali, semangat belajar dan mengajar akan terus menyala.

SMAN 37 Jakarta: Sekolah di Bawah Bayang Relokasi

SMAN 37 Jakarta, yang terletak di Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, menawarkan pengalaman pendidikan yang unik dan tidak biasa. Berdekatan, tepatnya sekitar lima meter dari jalur kereta api aktif, sekolah ini menghadirkan suasana belajar yang berbeda di mana suara dan getaran kereta secara rutin menyusupi proses belajar mengajar.

Suara Mobil dan Pembelajaran Terganggu

Bayangkan sebuah ruang kelas di mana setiap tiga sampai lima menit, bunyi keras dan getaran dari kereta yang melintas merusak konsentrasi. Inilah kenyataan yang dihadapi oleh siswa dan guru di SMAN 37 Jakarta. Suara berisik yang mencapai hingga 70 desibel tidak hanya mengganggu tetapi juga membuat aktivitas belajar mengajar harus terhenti sementara. Meja bergetar, papan tulis bergerak, dan pelajaran harus dihentikan hingga kereta berlalu. Kondisi ini jelas menantang upaya mencapai efektivitas pembelajaran yang optimal.

Adaptasi dan Harapan Di Tengah Tantangan

Meskipun dihadapkan dengan tantangan besar, komunitas di SMAN 37 Jakarta menunjukkan semangat dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Para guru menemukan cara kreatif untuk terus menyampaikan materi, sementara siswa belajar mempertahankan fokus mereka meskipun adanya interupsi. Meski begitu, harapan akan adanya lingkungan belajar yang lebih kondusif dan aman tetap menjadi impian besar.

Kekhawatiran mengenai keselamatan juga menjadi isu penting. Jarak yang sangat dekat dengan rel kereta api membawa risiko yang tidak dapat diabaikan, baik untuk siswa maupun staf sekolah. Karena itu, wacana relokasi menjadi diskusi penting dan mendesak. Situs Togel

Rencana Relokasi Menuju Masa Depan yang Lebih Baik

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Pendidikan, telah mengumumkan rencana untuk merelokasi dan membangun ulang SMAN 37 Jakarta. Lokasi baru yang direncanakan berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi lama, diharapkan dapat menjadi solusi permanen terhadap kebisingan, getaran, dan risiko keselamatan yang selama ini dihadapi.

Relokasi ini bukan semata memindahkan bangunan fisik, melainkan juga menciptakan lingkungan pendidikan yang ideal, di mana siswa dapat berkonsentrasi penuh tanpa gangguan, dan guru bisa mengajar dengan lebih tenang. Diharapkan, dengan lokasi baru yang lebih aman dan tenang, SMAN 37 Jakarta dapat semakin menorehkan prestasi dan melahirkan generasi penerus bangsa yang cemerlang.

Menuju Era Baru Pendidikan Berkualitas

Cerita SMAN 37 Jakarta menjadi pengingat akan pentingnya lingkungan yang mendukung untuk pendidikan. Relokasi ini merupakan langkah maju dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan seluruh komunitas sekolah. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, SMAN 37 Jakarta siap menyongsong masa depan yang lebih cerah, bebas dari ‘harmonika kereta’ yang selama ini menjadi bagian dari sejarah pendidikannya.

Alasan Remaja Jakarta Beralih dari Seragam Sekolah ke Dunia Kerja

Di Jakarta, terdapat fenomena yang mengundang perhatian serius di mana anak-anak lebih memilih bekerja daripada melanjutkan pendidikan official. Kondisi yang terjadi di salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia ini menimbulkan pertanyaan mendalam terkait prioritas, kondisi sosial, dan masa depan generasi muda negara ini. Information terbaru menunjukkan bahwa keputusan untuk “melepas seragam sekolah demi seragam kerja” sering kali bukanlah pilihan, melainkan tuntutan yang dihadapi mereka.

Dilema Berat: Antara Pendidikan dan Kebutuhan Ekonomi

Laporan dari Dinas Pendidikan Jakarta, khususnya di Jakarta Barat, menunjukkan bahwa beberapa anak terpaksa menghentikan pendidikan mereka untuk bekerja. Faktor utama yang sering disebut adalah kebutuhan ekonomi keluarga. Di tengah tingginya biaya hidup di kota urbane ini, beberapa keluarga dihadapkan pada dilema memilih antara memastikan pendidikan berkelanjutan bagi anak-anak atau membantu pemenuhan kebutuhan harian.

Anak-anak, walaupun masih dalam usia sekolah, merasa harus ikut berkontribusi terhadap penghasilan keluarga. Ini adalah pengorbanan besar yang dilakukan, mengorbankan hak mereka atas pendidikan yang layak demi kelangsungan hidup keluarga mereka. Togel Online

Respon Kekhawatiran dari Berbagai Kalangan

Situasi ini tidak hanya menarik perhatian pemerintah, tetapi juga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Media seperti Kompas.com dan Detik.com telah mengangkat isu ini, menyoroti kompleksitas masalah dan dampaknya terhadap masa depan anak-anak. Kekhawatiran muncul terkait dengan peluang yang mungkin hilang bagi anak-anak untuk berkembang secara ideal, terperangkap dalam lingkaran kemiskinan akibat keterbatasan akses pendidikan dan keterampilan.

Intervensi dan Harapan: Mendampingi Masa Depan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak tinggal diam dalam menanggapi masalah ini. Mereka mulai merencanakan langkah konkret untuk mengatasi masalah putus sekolah yang disebabkan oleh alasan ekonomi. Salah satu usaha yang dilakukan adalah memberikan pendampingan intensif untuk anak-anak yang harus bekerja dan menyediakan program pelatihan keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Tujuannya adalah memberikan bekal yang memadai agar anak-anak ini dapat bersaing di dunia kerja, sambil terus mendorong agar pendidikan tidak sepenuhnya ditinggalkan. Harapannya, inisiatif ini bisa menjadi jembatan bagi mereka untuk mengejar impian atau sekurang-kurangnya memastikan masa depan yang lebih cerah melalui keterampilan yang memadai.

Kolaborasi untuk Masa Depan Generasi Penerus

Permasalahan anak-anak yang memilih pekerjaan dibandingkan pendidikan mencerminkan tantangan sosial ekonomi yang lebih luas. Untuk menghadapinya, dibutuhkan kolaborasi yang melibatkan tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, komunitas, dan lembaga swadaya masyarakat. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan menjamin akses setara terhadap pendidikan untuk setiap anak adalah tanggung jawab bersama. Dengan dukungan tepat, diharapkan setiap anak di Jakarta dapat meraih potensi mereka sepenuhnya, tanpa harus memilih antara buku dan kebutuhan sehari-hari.

SM Negeri 2 Pengaron: Membangun Generasi Emas dari Desa Menuju Pendidikan Berkualitas di Kalsel!

Banjar, South Kalimantan – Merayakan hari jadinya yang ke -21 dengan keagungan pada 29 April 2024, SMA Publik Pengaron 2 tidak hanya menandai pencapaian bersejarah tetapi juga menegaskan kembali komitmennya yang berkelanjutan untuk meningkatkan Kualitas Pendidikan Lokal didasarkan pada keunggulan dan kemerdekaan.

Acara peringatan puncak diadakan di auditorium sekolah, dihadiri oleh Penasihat Gubernur Kalimantan Selatan tentang Urusan Sumber Daya Sosial dan Manusia, Husnul Khatimahmewakili Governor Sahbirin Noor. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa Pengaron 2 tidak hanya melambangkan kemajuan pendidikan tetapi juga berfungsi sebagai panutan yang harus terus diperkuat.

“Memasuki tahun ke -21, Pengaron 2 diperkirakan akan melanjutkan upaya terbaiknya untuk kemajuan pendidikan di Kalimantan Selatan,” kata Husnul Khatimah. “Kita harus mengembangkan sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan digerakkan oleh karakter-termasuk lulusan dari Pengaron 2.”

Membangun pendidikan berdasarkan potensi lokal

Sejak didirikan pada tahun 2003, Pengaron 2 telah berevolusi dari sekolah biasa menjadi a Sekolah terkemuka Diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Fokus utama sekolah adalah mengubah pendidikan dari ‘Kursus Pengetahuan’ ke ‘Pembelajaran Kehidupan’:

  • Implementasi Pembelajaran berbasis proyek (PjBL)
  • Memperkuat Literasi Digital dan Kewirausahaan
  • Partisipasi Siswa dalam Program Layanan Masyarakat
  • Pengembangan kurikulum berdasarkan budaya lokal dan keberlanjutan lingkungan

“Sekolah ini bukan hanya tempat untuk belajar – ini adalah laboratorium kehidupan di mana setiap siswa diundang untuk menjadi agen perubahan,” jelas kepala sekolah dalam sambutan mereka.

Sukses bergema di tingkat regional dan nasional

Lebih dari dua dekade, Pengaron 2 telah menghasilkan banyak siswa tingkat nasional:

  • 96% lulusan terus ke universitas negeri
  • 12 siswa maju ke Kompetisi Sains Nasional di berbagai bidang
  • Beasiswa penuh dari berbagai lembaga pendidikan nasional
  • Pemenang Kompetisi Inovasi Mahasiswa Provinsi dan Nasional

Pencapaian ini bukan berasal dari kebetulan tetapi dari a lingkungan belajar kolaboratif, guru yang berdedikasidan dukungan teguh dari pemerintah daerah dan masyarakat.

Visi Masa Depan: Sebuah Sekolah Terkemuka Membangun Bangsa

Untuk mewujudkan visi jangka panjangnya, Pengaron 2 telah mengumumkan strategi baru yang akan diluncurkan pada tahun 2025:

  • Program Achiever Future (SBM): Pelatihan dalam kepemimpinan, kewirausahaan, dan manajemen proyek
  • Kemitraan dengan startup dan UKM lokal untuk pelatihan langsung
  • Pengembangan an Sekolah yang sadar lingkungan dengan plot pertanian siswa
  • Pengembangan a Portofolio Digital Sebagai standar evaluasi siswa akhir

“Pendidikan bukan hanya tentang mengejar nilai – ini tentang menciptakan individu yang mampu mengatasi tantangan di masa depan dengan keterampilan, moral, dan kepemimpinan,” tambah kepala sekolah.


🌿 “Sekolah kecil dari sebuah desa dapat menjadi pemicu untuk kemajuan besar. Sekolah Tinggi Publik Pengaron 2 telah membuktikan hal ini.” – Penasihat Gubernur Kalimantan Selatan, Husnul Khatimah

Kota Tual Cetak Sejarah: Siswa Maluku Siap Berlaga di Ajang Nasional!

Kota Tual, Maluku – Sebagai upaya signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah timur Indonesia, Kota Tual sekali lagi meraih prestasi gemilang di bidang akademik dan kompetensi pelajar. Hari ini, 23 siswa berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan di Tual resmi diangkat sebagai duta pendidikan Maluku untuk berkompetisi di tingkat nasionalsetelah lolos seleksi ketat dari ribuan peserta di Maluku Timur.

“Kami sangat bangga dengan prestasi luar biasa anak-anak terbaik dari Kota Tual. Mereka adalah harapan baru bagi Maluku, siap mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Tual saat memberikan sambutan di acara pelantikan para peserta.

Prestasi yang Diraih

Para siswa ini telah berhasil meraih posisi juara 1 dan 2 dalam berbagai kompetisi tingkat provinsi, termasuk:

  • Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPA, Matematika, dan IPS
  • Lomba Debat Bahasa Indonesia
  • Lomba Cipta Karya Tulis Ilmiah (KTI)
  • Kompetisi Kesenian dan Keterampilan (tari, vokal, dan seni lukis)

“Bahkan salah satu siswa dari SMP Negeri 1 Tual meraih juara nasional dalam OSN bidang IPA, menandai sejarah pertama kalinya Tual berhasil di tingkat nasional,” tambah seorang guru yang terlibat dalam pelatihan seleksi.

Sekolah Unggulan dan Pelatihan Intensif

Beberapa sekolah dengan jumlah peserta terbanyak meliputi:

  • SD NEGERI 15 Tual
  • SMP Negeri 1 Tual
  • SMA Negeri 1 Tual
  • SMK Negeri 1 Tual
  • SMP Islam Al-Falah

Para peserta telah mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan terakhirdipimpin oleh tim guru pendamping dari Dinas Pendidikan dan mitra pendidikan dari Universitas Pattimura, dengan fokus pada pembinaan mental, strategi kompetisi, serta kesiapan akademik dan fisik.

Pengaruh Jangka Panjang

Program ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi bagian dari visi strategis Kota Tual untuk:

  1. Meningkatkan tingkat pendidikan di Maluku Timur
  2. Mengembangkan program pelatihan berkelanjutan bagi siswa berprestasi
  3. Menarik perhatian pemerintah dan donor untuk investasi pendidikan di wilayah ini

“Tual sudah bukan lagi hanya kota di ujung dunia—kini Tual adalah kota berprestasi. Semakin banyak anak muda yang terinspirasi untuk terus berkarya dan mencapai prestasi,” ungkap Ketua Komite Sekolah Kota Tual.

Langkah Selanjutnya

Tim pelatihan akan terus mempersiapkan siswa hingga hari H, termasuk:

  • Simulasi kompetisi di lokasi yang menyerupai venue nasional
  • Dukungan psikologis untuk mengatasi tekanan kompetisi
  • Kunjungan studi banding ke kota-kota dengan prestasi pendidikan tinggi

Diantisipasi bahwa tahun ini Kota Tual akan mencetak prestasi lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnyadan bahkan menjadi daerah pertama di Maluku yang memiliki perwakilan di lima kategori kompetisi nasional sekaligus.

5000 Siswa Kurang Mampu di Brebes Dapat Bantuan Rp 2 Juta: Inisiatif Pendidikan Gratis Gubernur Jateng

Brebes, Jawa Tengah– Pada 27 MEI 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkenalkan Program Kemitraan Sekolah yang membuat empat SMK swasta di Kabupaten Brebes sebagai sekolah mitra guna memberikan pendidikan bebas kepada siswa berstatus afirmasi, miskin, sangat miskin, dan miskin ekstrem.

Ruang Lingkup Program

  • Akreditasi minimum B merupakan syarat utama bagi sekolah untuk bergabung dalam jaringan kemitraan.
  • Setiap sekolah akomodatif 36 siswa per rombongan belajar (Rombel) dengan overall kuota lebih dari 5.000 siswa di tingkat provinsi– program pertama jenisnya di Indonesia, sebagaimana dijelaskan oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK
  • Dana bantuan Rp 2.000.000 per siswa diberikan langsung ke sekolah masing-masing untuk menutupi kebutuhan harian, seragam, sepatu, serta biaya asrama jika diperlukan– sebuah paket lengkap yang menjadikan pendidikan bebas bagi keluarga penerima manfaat. SMK MUHAMMADIYAH PAGUYANGAN

“Sekolah ini disubsidi penuh oleh gubernur. Selain itu, terdapat juga sekolah asrama lengkap, sekolah semi-asrama, hingga yang mengasramakan satu rombel secara gratis, meliputi kebutuhan harian hingga biaya sekolah, pakaian, dan sepatu.”– Djatnika Ainul Karim Kasubag TU Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Tengah.

Dampak yang Diharapkan

  1. Peningkatan Akses Pendidikan bagi ribuan anak dari keluarga kurang mampu untuk menurunkan angka putus sekolah.
  2. Penguatan SDM vokasi di SMK yang telah terakreditasi B, sehingga lulusan siap terjun ke dunia industri.
  3. Pengurangan beban ekonomi keluarga berkat pembiayaan penuh untuk kebutuhan pendidikan dan asrama yang ditanggung pemerintah.
  4. Design replikasi bagi kabupaten lain di Jawa Tengah dan provinsi lain, menjadikan kemitraan publik-swasta sebagai strategi utama untuk pemerataan pendidikan.

Langkah Selanjutnya

  • Dinas Pendidikan Wilayah XI akan Pantau implementasi dan menyusun laporan evaluasi setiap term untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.
  • Ekspansi program untuk mencakup lebih banyak SMK swasta di provinsi direncanakan pada tahun 2026, dengan target penambahan kuota hingga 8.000 siswa .
  • Sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat desa dan kota tentang hak mendapatkan pendidikan gratis untuk mengoptimalkan pemanfaatan kuota.

“Program kemitraan oleh Pemprov Jateng mampu menambah kuota sampai lebih dari 5.000 siswa . Program ini merupakan yang pertama di Indonesia sekaligus memenuhi janji politik kami untuk memberikan akses pendidikan bagi siswa miskin.”– Komjen Pol (P) Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK .

.

Dialog Emansipasi: Ketua TP-PKK Lampung dan Pramuka SMA Al-Kautsar

Bandar Lampung – Pada Kamis, 26 Juni 2025, Pramuka SMA Al-Kautsar mengundang Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Lampung, untuk berbagi wawasan dalam acara Leadership Dialogue 2025.

Wulan, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung, menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan provinsi. Ia menyatakan bahwa kontribusi dan peran wanita sangat signifikan dalam pembangunan Lampung. Melalui pemberdayaan dan emansipasi hak-hak perempuan, kesetaraan gender menjadi agenda utama yang perlu diperjuangkan.

3 Pilar Penting untuk Pembangunan

Wulan merangkum tiga pilar yang harus dimiliki oleh generasi muda, terutama anggota Pramuka:

Pramuka sebagai Wadah Kepemimpinan

Ketua TP-PKK menyoroti manfaat Pramuka dalam menanamkan nilai kedisiplinan, gotong-royong, edukasi, dan kepemimpinan. Ia memuji program Scoutpreneur 2025, yang menginspirasi siswa untuk mengembangkan usaha kreatif. Salah satu produk unggulan adalah gantungan kunci yang kini telah dipasarkan secara luas, menunjukkan keberhasilan integrasi pendidikan formal dengan kewirausahaan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran generasi muda, terutama perempuan, akan pentingnya kesetaraan gender, pemberdayaan, dan emansipasi wanita,” ujarnya.

Harapan dan Aspirasi Pramuka

Perwakilan Pramuka SMA Al-Kautsar—Muhammad Abdullah Azzam, Ghaziah Nabila Fairuz, Nayaka Parahita Bastari, Siti Fatimah Azzahra, dan Aqilah Althafunisa—menyampaikan aspirasi mengenai isu kesetaraan gender dan menekankan persiapan menghadapi tantangan masa depan. Azzam menambahkan, “Melalui dialog ini, kami mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana menjadi sumber daya manusia yang tangguh dan kompetitif.”

Dengan kolaborasi antara TP-PKK, Dekranasda, dan Pramuka, Wulan menutup pertemuan dengan pernyataan tegas: “Perempuan tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga pencipta keputusan dalam proses pembangunan.”

SMAS Immanuel Bandar Lampung

Dinas Pendidikan Bombana Anugerahkan Penghargaan Finansial kepada 17 Atlet Berprestasi

Pada Jumat, 1 Agustus 2025Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bombana mengucurkan dana bantuan untuk 17 siswa berprestasi dari tingkat kabupaten hingga provinsi dalam berbagai cabang olahraga. Acara dimulai dengan senam pagi bersama siswa, guru pembina, dan pegawai dinas di halaman kantor Disdikbud, dipimpin simbolis oleh Plt. Kepala Dinas, Ir. Asdar Darwis, ST., M.S.P.yang menegaskan dalam pidatonya, “Kalian adalah teladan bagi teman-teman yang lain dan mutiara di padang pasir. Semoga prestasi ini menjadi awal dari keberhasilan yang lebih besar di masa depan,” sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam memotivasi, mengembangkan potensi olahraga, serta memupuk generasi muda yang sehat, disiplin, dan berdaya saing tinggi.

Waktu dan Lokasi

Jumat, 1 Agustus 2025di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana. Acara dimulai dengan senam pagi bersama siswa, guru, dan pegawai dinas, mencerminkan semangat kebersamaan dan sportivitas.

Tokoh Penting

  • IR. Asdar Darwis, St., MSP – Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana, yang secara simbolis menyerahkan uang pembinaan.
  • 17 siswa berprestasi – perwakilan dari berbagai sekolah yang berprestasi di tingkat kabupaten hingga provinsi.

Bentuk Dukungan

Penyerahan uang pembinaan sebagai penghargaan atas pencapaian olahraga, serta menjadi motivasi finansial untuk mendukung pelatihan, perlengkapan, dan kompetisi selanjutnya.

Tujuan dan Harapan Pemerintah

Kutipan Kunci

Kalian adalah teladan bagi teman-teman yang lain dan mutiara di padang pasir. Semoga prestasi ini menjadi awal dari keberhasilan yang lebih besar di masa depan,” ujar Ir. Asdar Darwis dalam sambutannya di SMA NEGERI 01 BOMBANA

Dampak bagi Siswa

  • Pengakuan resmi yang meningkatkan kepercayaan diri siswa.
  • Dana tambahan untuk pelatihan, peralatan, dan partisipasi dalam lomba.
  • Jaringan dengan pejabat daerah yang dapat membuka peluang beasiswa atau program lanjutan.

Penutup Acara

Acara ditutup dengan foto bersama antara siswa, guru, dan pimpinan Disdikbud, menandai komitmen berkelanjutan pemerintah Kabupaten Bombana dalam mengembangkan generasi muda yang sehat, disiplin, dan berdaya saing tinggi.

SMPN 8 Yogyakarta Shines with Gold at 2025 Bali International Choir Festival

SMPN 8 Yogyakarta sekali lagi mencapai kesuksesan luar biasa di panggung internasional. Pada 1 Agustus 202518 siswa dari SMA 8, bekerja sama dengan perwakilan dari SMPN 1 Jogja, dengan bangga kembali dengan a medali emas di Musik agama kategori di Festival Paduan Suara Internasional Bali (BICF) 2025held at Balai Budaya Giri Nata Mandala, Badung, Bali.

“Sebanyak 18 siswa dari sekolah ini berhasil mendapatkan medali emas di babak kejuaraan di Bali International Choir Festival (BICF), yang diadakan pada 1 Agustus 2025, di Bali.” – – Harian Jogja

Latar belakang festival

BICF 2025 disatukan 3.500 penyanyi dari 40 negaramenjadikannya kompetisi paduan suara terbesar di wilayah Asia-Pasifik. Kompetisi mencakup berbagai kategori, mulai dari Paduan suara campuran ke Paduan suara anak -anakdengan menilai standar kaliber internasional. SMP PIRI 2 YOGYAKARTA

Achievements of SMPN 8 Yogyakarta

Persiapan intensif

  • Latihan Harian Selama 6 Bulan dengan pelatih vokal profesional dan guru musik.
  • Kolaborasi lintas sekolah untuk memperkaya jangkauan dan harmoni vokal.
  • Program Ekstrakurikuler Khusus menekankan disiplin, kerja tim, dan apresiasi budaya.

Reaksi dan dukungan

  • Principal of SMPN 8, Bapak Hadi Susantomenyatakan, “Prestasi ini membuktikan bahwa berinvestasi dalam seni dapat menyebabkan kesuksesan internasional.”
  • Kantor Pendidikan Kabupaten Sleman Rencana untuk meningkatkan dana untuk program musik di semua sekolah menengah pertama.
  • Orang tua dan anggota masyarakat Mengorganisir acara yang ramah di sekolah, menandai kebanggaan kolektif dalam pencapaian ini.

Dampak jangka panjang

  1. Memperkuat identitas budaya melalui interpretasi musik agama internasional berkualitas tinggi.
  2. Inspirasi untuk siswa lain di Yogyakarta untuk terlibat dalam kegiatan artistik.
  3. Peluang jaringan dengan lembaga musik nasional dan internasional, membuka pintu untuk beasiswa dan lokakarya masterclass.

Aspirasi masa depan

Itu Gita Maizan Children Choir bertujuan untuk Partisipasi dalam BICF 2026 dengan meningkatkan jumlah peserta menjadi 25 dan memperluas genre untuk memasukkan Paduan suara kontemporer. Sekolah juga berencana untuk mengintegrasikan a Program Teknologi Musik untuk memadukan vokal tradisional dengan produksi digital.